Oleh: Tjoa, Elvina Primavera, S.Sn
Program kebutuhan khusus memiliki tujuan secara umum yaitu memfasilitasi anak yang mengalami hambatan pada salah satu atau beberapa aspek tertentu yang dialihkan, digantikan, kepada fungsi lain yang memungkinkan dapat menggantikan fungsi yang hilang atau yang lemah.
PDBK dengan hambatan intelektual dapat mengikuti program kebutuhan khusus yang melatih kemandirian, setidaknya untuk merawat, menolong, dan mengurus diri sendiri PDBK tersebut sehingga tidak memerlukan pertolongan orang lain.
Pendekatan yang dapat dilakukan, antara lain:
- Memberi contoh
- Menuntun
- Mengurangi Tuntunan
- Pentahapan
Contoh keterampilan merawat diri misalnya: cara membersihkan diri sehabis membuang air besar, mandi, sikat gigi, keramas, mencuci tangan. Keterampilan menolong diri misalnya: mengambil dan memakai baju sendiri, mengambil dan mengembalikan buku pelajaran, memgambil dan menyiapkan makanan. Keterampilan mengurus diri sendiri contohnya memasak, merapikan tempat tidur, menyapu.
Keterampilan yang dicontohkan sebaiknya dari yang paling mudah dulu baru bertahap ke kegiatan yang tingkat kesulitannya semakin tinggi. Pemberian contoh dilakukan pelan dan berulang lalu PDBK meniru contoh ini yang dimaksud dengan menuntun, dengan jangka waktu yang tidak bisa ditentukan karena daya tangkap dan ingat anak berbeda-beda. Kemudian pelan pelan melepas pendampingan namun tetap mengawasi mereka melakukan keterampilan sendiri sendiri, setelah satu kegiatan dapat mereka lakukan dengan baik dan menjadi kebiasaan mereka baru beralih ke tahap kegiatan lain begitu seterusnya.
Pengembangan yang dapat dilakukan adalah dengan orientasi mobilitas, sosial dan komunikasi.
- Pengembangan Orientasi Mobilitas
Pengembangan orientasi mobilitas bertujuan agar PDBK dapat bergerak atau berpindah tempat dengan baik dari satu posisi ke posisi lain tanpa memerlukann bantuan orang lain.
Implementasi di sekolah inklusi adalah:
- Jalan di lorong sekolah memiliki guiding blok dan railing.
- Menggunakan huruf braile di beberapa titik fasilitas umum agar PDBK mengetahui titik lokasi tertentu (tidak tersesat).
- Menggunakan sensor pada titik tertentu, misalnya siswa lewat di area tertentu, ada suara yang mengatakan lokasi PDBK tersebut.
- Tidak banyak menggunakan penghalang yang diletakkan di tengah, contoh pot bunga, tiang, pohon, pada tempat-tempat yang kira-kira sering dilewati.
- Pengembangan Sosial
Pengembangan yang mengarahkan PDBK agar mampu bersosialisasi dengan lingkungannya, tidak menarik diri dari pergaulan.
Implementasi:
- Melibatkan PDBK dalam pembelajaran atau kegiatan umum. Sehingga mereka merasa diperlukan dan dapat berbaur dengan siswa yang lain.
- Melakukan kegiatan bermain bersama dengan siswa reguler.
- Membuat kelompok kecil yang isinya PDBK dan siswa reguler untuk membuat proyek tertentu.
- Lebih banyak menggunakan media suara dalam berinteraksi sehingga PDBK dapat memahami dan mengerti suasana lingkungan sekitar.
- Pengembangan Komunikasi
Pengambangan ini ditujukan agar PDBK dapat berkomunikasi dengan baik secara lisan, tulisan maupun isyarat.
Implementasi:
- Menggunakan buku elektronik yang bersuara.
- Fasilitas buku dengan huruf braile.
- Melatih siswa meniru ucapan dengan benar lewat media mendengarkan.
Banyak faktor lain yang dapat dikembangkan dari seorang siswa yang lambat belajar, sehingga program pembelajaran disesuaikan dengan identifikasi kesulitan apa yang dihadapi anak tersebut.
Adapun karakteristiknya dapat diidentifikasi dari hal-hal berikut ini.
PDBK yang mengalami kesulitan membaca (disleksia)
Perkembangan kemampuan membaca terlambat,
Kemampuan memahami isi bacaan rendah,
Kalau membaca sering banyak kesalahan
PDBK yang mengalami kesulitan belajar menulis (disgrafia)
Kalau menyalin tulisan sering terlambat selesai,
Sering salah menulis huruf b dengan p, p dengan q, v dengan u, 2 dengan 5, 6 dengan 9, dan sebagainya,
Hasil tulisannya jelek dan tidak terbaca,
Tulisannya banyak salah/terbalik/huruf hilang,
Sulit menulis dengan lurus pada kertas tak bergaris.
PDBK yang mengalami kesulitan belajar berhitung (diskalkulia)
Sering salah menulis angka 2 dengan 5, 6 dengan 9, dan sebagainya
Rancu atau bingung dengan simbol-simbol matematis. Misalnya tanda +, -, x, :, dan sebagainya.
Dengan demikian, pentingnya membuat program yang dapat membantu mereka, contohnya:
- Jam tambahan untuk mengulang pelajaran dalam kelompok yang lebih kecil.
- Penjelasan yang lebih banyak, missal siswa lain dijelaskan sekali sudah mengerti untuk PDBK ini perlu sabar menjelaskan sampai beberapa kali.
- Membenarkan penulisan-penulisan dan ejaan-ejaan yang salah kemudian memintanya mengulang dengan pelan-pelan.
Namun selain program untuk meminimalkan kebutuhan khususnya, saya lebih memilih fokus kepada kelebihan yang dimiliki PDBK kesulitan belajar agar percaya dirinya meningkat. Karena bisa saja PDBK ini memiliki keahlian yang tidak dimiliki siswa reguler lainnya.
Contoh pengalaman di sekolah kami, Seorang siswa memiliki kekurangan lambat belajar, semua pelajaran yang menguanakan kalimat, membaca, menulis, berhitung, susah sekali dia mengerjakan, bahkan tidak mengerti perintah untuk mengerjakannya bagaimana. Namun, untuk pelajaran prakarya anak ini juaranya. Saya pernah mengajarkan membuat eco enzyme kepada semua siswa, Eco enzyme adalah hasil fermentasi dari kulit buah dan sayuran dengan gula merah dan air kemudian ditampung di dalam wadah kedap udara selama 3 bulan, pada 2 minggu awal eco nzyme akan mengeluarkan gas hasil fermentasi sehingga harus telaten membuka wadahnya.Eco Enzyme sangat berguna sebagai bahan pembersih karena berfungsi juga sebagai disinfektan. Saya meminta mereka mencoba membuat Eco Enzyme di rumah karena wadah yang paling mudah ditemukan adalah botol mineral bekas, mereka menggunakan wadah tersebut (walaupun tidak disarankan karena jika lupa membuka tutup botol untuk mengeluarkan gas, isinya bisa tersembur kemana-mana) hanya milik PDBK ini yang berhasil, dengan telaten setiap hari membuang gas fermentasi agar botol tidak meledak, siswa lain botolnya sudah banyak yang meledak atau malah busuk karena takarannya tidak pas. Akhirnya hasil panen Eco Enzyme karya siswa PDBK tersebut yang dapat kami gunakan sebagai bahan pembersih kelas. PDBK ini juga bagus dalam praktik agama, Sholat dan Mengajinya baik sekali. Akhirnya kami menyimpulkan kelebihan siswa tersebut adalah pada pelajaran praktikum. Ia akan mudah meniru gerakan, tahapan-tahapan daripada harus membaca dan menulis secara tulisan. Dengan berhasilnya proyek yang Ia kerjakan teman-teman sekelas memujinya dan PDBK menjadi lebih percaya diri.
Layanan kekhususan yang dapat dilakukan dengan memberi remedial dan akomodasi
Contoh untuk anak yang kesulitan belajar di sekolah kami, akomodasi yang kami lakukan:
- Memberikan remedial hingga 3x.
- Memodifikasi indikator penilaian menjadi lebih sederhana.
- Penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami tidak menggunakan istilah-istilah sulit
- Waktu mengumpulkan tugas yang lebih panjang.
- Pengurangan jumlah soal, missal siswa reguler 40 soal, PDBK mengerjakan 20 soal.
- Cara penilaian yang berbeda, missal jumlah soal 50.
Cara Penilaian Siswa Reguler = Jumlah benar kali 2
Cara Penilaian PDBK jumlah benar x 4 (jadi hanya dihitung 25 soal benar saja sudah cukup mencapai nilai 100)
Penanganan yang dapat kami lakukan:
- Menumbuhkan rasa percaya diri PDBK dan meyakinkannya kalau dia bukan anak bodoh
- Memotivasi anak tersebut.
- Melatih bakat dan minat anak sesuai dengan potensinya.
- Setiap pengambilan raport kami member 10 siswa terbaik piagam dan medali dengan kategori yang beragam:
- Kemampuan Berbahasa
- Kemampuan Sains
- Kemampuan Berolahraga
- Kemampuan Seni dan Prakarya
- Kemampuan Interpersonal
- Mempertimbangkan nilai sikap dalam penilaian sehingga tidak semua nilai peserta didik hanya akdemik saja, PDBK kesulitan belajar pun berhak mendapat nilai KKM karena kami melihat dari usaha dan kerja kerasnya,.
